ESTORIA - Transparansi penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Pulau Madura menjadi sorotan. Hasil penelusuran Aliansi Media Partner (AMP) menemukan adanya perbedaan mencolok dalam pola publikasi program CSR di empat kabupaten.
Dari hasil penelusuran yang dilakukan melalui berbagai pemberitaan dan publikasi resmi yang diakses pada Selasa (07/07/2026), BRI Cabang Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan dinilai rutin mempublikasikan program CSR secara terbuka. Informasi yang disampaikan tidak hanya memuat jenis bantuan dan penerima manfaat, tetapi juga dalam sejumlah kegiatan mencantumkan besaran anggaran atau nilai bantuan yang disalurkan.
Sebaliknya, publikasi CSR BRI Cabang Sumenep disebut hanya memuat informasi mengenai bentuk kegiatan atau bantuan tanpa mengungkap nominal dana maupun nilai ekonominya kepada publik.
Koordinator AMP, Syamsuni, mengatakan kondisi tersebut telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir. Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi hal penting karena program CSR merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat.
"Program CSR BRI setiap tahun memang disalurkan melalui lembaga atau instansi yang berwenang sesuai kebutuhan daerah. Namun khusus di Sumenep, masyarakat tidak pernah mengetahui secara terbuka berapa nilai bantuan maupun total anggaran CSR yang telah disalurkan," ujarnya.
Pemimpin Redaksi Koran Madura itu menjelaskan, berbeda dengan Sumenep, publikasi CSR di tiga kabupaten lain relatif mudah ditelusuri. Berbagai program dipublikasikan melalui media nasional, media daring lokal, media cetak hingga radio, bahkan beberapa di antaranya mendapat apresiasi dari BRI Pusat dan masuk dalam publikasi resmi perusahaan.
Di Kabupaten Bangkalan, misalnya, publikasi CSR sejak 2021 hingga 2024 tercatat cukup aktif. Program yang dipublikasikan meliputi bantuan mobil ambulans untuk RSUD Syamrabu, renovasi lapangan voli Alun-Alun Bangkalan, hingga berbagai bantuan fasilitas publik lainnya.
Sementara di Kabupaten Sampang, publikasi CSR sepanjang 2023–2024 memuat pembangunan infrastruktur desa senilai Rp150 juta yang tersebar di tiga desa, bantuan kursi taman dan fasilitas publik di Alun-Alun Trunojoyo, serta penyaluran paket sembako kepada masyarakat.
Adapun BRI Cabang Pamekasan pada periode 2023–2025 tercatat mempublikasikan berbagai program, mulai dari beasiswa CSR senilai Rp65 juta bagi 13 mahasiswa berprestasi, dukungan terhadap program 10 ribu wirausaha baru, hingga bantuan air bersih saat musim kemarau.
Berbeda dengan ketiga daerah tersebut, publikasi CSR BRI Cabang Sumenep yang berhasil ditelusuri hanya berisi informasi mengenai bantuan alat produksi bagi pelaku UMKM di Desa Lobuk, renovasi rumah tidak layak huni (Rutilahu), serta kegiatan sosial melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) BRILiaN seperti khitanan massal. Namun, tidak satu pun publikasi tersebut mencantumkan nilai bantuan maupun besaran anggaran yang disalurkan.
AMP juga menyoroti minimnya publikasi terkait program CSR di sektor pendidikan di Kabupaten Sumenep. Padahal, secara nasional BRI memiliki program investasi pendidikan yang kemudian berkembang menjadi program BRI Live sejak 2025.
"Di Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan, publikasi mengenai pemberdayaan ekonomi maupun pendidikan cukup jelas, termasuk nilai bantuannya. Di Sumenep, sampai sekarang belum ditemukan publikasi yang menjelaskan besaran anggaran maupun cakupan program secara rinci," tambah Syamsuni.
Secara nasional, BRI menjalankan program tanggung jawab sosial melalui BRI Peduli yang berfokus pada tiga pilar utama, yakni sosial, ekonomi, dan lingkungan hidup. Program tersebut mencakup bantuan pendidikan, kesehatan, pemberdayaan UMKM, penanggulangan bencana, pelestarian lingkungan, hingga pengembangan ekonomi masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, BRI Cabang Sumenep belum memberikan penjelasan resmi terkait alasan tidak dicantumkannya nominal bantuan dalam berbagai publikasi program CSR.
Upaya konfirmasi yang dilakukan melalui sambungan telepon, surat resmi, maupun permohonan wawancara langsung kepada Pimpinan BRI Cabang Sumenep, Ali Topan, sebagai bentuk penerapan prinsip keberimbangan pemberitaan, belum memperoleh tanggapan.