ESTORIA – Langkah membanggakan ditorehkan pemuda asal Kabupaten Sampang, Madura, Sahwan. Kontestan berusia 20 tahun itu berhasil melaju ke babak Final Audition Dangdut Academy (DA) 8, membuka peluang untuk bersaing memperebutkan tiket menuju panggung utama ajang pencarian bakat dangdut bergengsi tersebut.

 

Bagi Sahwan, keberhasilan ini bukan sekadar lolos ke babak berikutnya. Ia membawa mimpi besar untuk mengharumkan nama Madura di tingkat nasional melalui kemampuan olah vokal yang telah diasah sejak masih duduk di bangku sekolah menengah pertama.

 

Kecintaan Sahwan terhadap musik dangdut tumbuh sejak kelas VII SMP. Sejak saat itu, ia rutin mendengarkan lagu-lagu para legenda seperti Rhoma Irama, Mansyur S, dan Meggy Z sebagai bekal untuk membentuk karakter bernyanyinya.

 

"Lagu-lagu lawas itu yang membuat saya belajar dan mengenal karakter dangdut," ungkap Sahwan saat ditemui di Studio 5 Emtek City, Jakarta Barat, Minggu (05/07/2026).

 

Selain terinspirasi para legenda, Sahwan juga mengaku mengidolakan Valen, runner-up Dangdut Academy 7. Menurutnya, Valen memiliki karakter vokal yang kuat dan kemampuan menghayati lagu dengan sangat baik sehingga menjadi sosok yang ingin ia jadikan panutan.

 

Tak hanya mengagumi dari layar kaca, Sahwan bahkan pernah bertemu dan berkesempatan bernyanyi bersama sang idola. Pengalaman tersebut menjadi suntikan semangat untuk terus meningkatkan kualitas penampilannya selama mengikuti kompetisi.

 

Rasa syukur tak bisa disembunyikan setelah namanya dinyatakan lolos ke Final Audition DA 8. Namun, Sahwan menyadari perjalanan masih panjang dan persaingan akan semakin berat di setiap tahap.

 

"Alhamdulillah, saya senang sekali. Saya ingin terus belajar agar bisa berkembang dan tampil lebih baik," ujarnya.

 

Dengan tekad dan semangat yang dimiliki, Sahwan berharap mampu melangkah sejauh mungkin di Dangdut Academy 8. Ia ingin membuktikan bahwa putra daerah Madura juga mampu bersaing di panggung nasional sekaligus membawa kebanggaan bagi masyarakat Sampang dan Pulau Madura.