ESTORIA – Deretan konser megabintang dunia dipastikan bakal meramaikan Indonesia hingga penghujung 2026. Mulai dari grup K-Pop BTS, The Weeknd, hingga sejumlah festival musik internasional diproyeksikan menjadi penggerak baru pertumbuhan ekonomi nasional.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan, agenda hiburan berskala internasional yang akan digelar sepanjang sisa tahun ini diyakini mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi berbagai sektor, mulai dari pariwisata, perhotelan, transportasi, kuliner, hingga pelaku UMKM.
Menurutnya, sejumlah agenda besar seperti konser BTS, The Weeknd, Joyland Festival, Prambanan Jazz Festival, We The Fest, dan Jakarta Warehouse Project (JWP) menjadi bagian dari kalender event yang mendapat dukungan penuh Kementerian Pariwisata.
"Kami meyakini hingga akhir tahun 2026 penyelenggaraan berbagai event akan terus memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional, dengan dampak yang semakin besar melalui multiplier effect," ujar Widiyanti dalam konferensi pers Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di Auditorium Badan Komunikasi Pemerintah, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (15/07/2026).
Ia menjelaskan, pemerintah memberikan dukungan terhadap 45 event nasional dan 94 event internasional sepanjang 2026. Hingga semester pertama, sebanyak 17 event nasional dan 8 event internasional telah sukses diselenggarakan.
Rangkaian kegiatan tersebut berhasil menarik lebih dari 614 ribu pengunjung, melibatkan 1.326 pelaku UMKM, serta membuka ruang bagi lebih dari 18 ribu pekerja seni dan komunitas kreatif. Dari aktivitas tersebut, perputaran ekonomi diperkirakan mencapai Rp661,15 miliar.
Tak hanya konser dan festival musik, sektor Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) juga mencatat performa positif. Sebanyak 11 event MICE yang digelar selama Januari hingga Juni 2026 turut memberikan dampak ekonomi yang signifikan.
Bahkan, dua di antaranya menghasilkan potensi transaksi senilai Rp485,5 miliar dan potensi devisa sebesar Rp347,6 miliar.
Widiyanti menilai capaian tersebut menjadi sinyal kuat bahwa sektor pariwisata dan industri kreatif semakin berperan sebagai salah satu mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Menurutnya, keberhasilan Indonesia meraih penghargaan Global Muslim Travel Index (GMTI) Awards 2026, ditambah tingginya antusiasme masyarakat terhadap berbagai event internasional, menjadi modal penting untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata dan hiburan kelas dunia.