ESTORIA – Perburuan terhadap terduga pelaku pembunuhan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Bangkalan berinisial RYS (51) masih terus berlangsung. Hingga kini, polisi mengaku belum berhasil menangkap pria berinisial E yang diduga menjadi pelaku utama karena terus berpindah-pindah lokasi untuk menghindari kejaran aparat.
Korban sebelumnya ditemukan tewas dalam kondisi membusuk di dalam mobil dinas Toyota Innova bernomor polisi M 1090 GP yang terparkir di kawasan Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, pada 24 Juni 2026.
Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur, AKBP Arbaidi Jumhur, mengatakan tim gabungan dari Ditreskrimum Polda Jatim dan Polresta Sidoarjo masih melakukan pengejaran secara intensif. Polisi juga menggandeng keluarga serta orang-orang terdekat terduga pelaku guna mempersempit ruang geraknya.
"Masih kita sisir terus, masih kita datangi teman-teman maupun keluarganya. Mohon waktu, memang pelakunya cukup licin," ujar Jumhur, Selasa (07/07/2026).
Menurutnya, proses pencarian tidak mudah lantaran E diduga tidak menetap di satu wilayah. Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku kerap berpindah dari satu kota ke kota lainnya sehingga polisi harus memperluas area pencarian.
"Banyak titik yang kami telusuri karena dia terus berpindah-pindah. Kami terus berkoordinasi dengan keluarga dan kerabatnya," tambahnya.
Penyelidikan juga diperkuat dengan hasil autopsi yang menyimpulkan korban meninggal dunia sekitar dua hingga tiga hari sebelum jasadnya ditemukan. Tim dokter forensik menemukan indikasi korban meninggal akibat asfiksia atau kekurangan oksigen yang menyebabkan mati lemas.
Sejumlah barang bukti turut memperkuat dugaan pembunuhan. Di dalam mobil korban ditemukan sepasang sandal hotel yang diduga berkaitan dengan terduga pelaku.
Selain itu, penyidik telah mengantongi rekaman CCTV yang memperlihatkan korban bersama seorang pria berkacamata di kawasan Alun-alun Kota Batu beberapa hari sebelum kematiannya.
Rekaman kamera pengawas di Bandara Juanda juga menunjukkan mobil dinas korban masuk ke area parkir dikemudikan seorang pria bermasker dan berkacamata yang ciri-cirinya disebut identik dengan pria dalam rekaman sebelumnya.
Dalam rekaman tersebut, posisi kursi penumpang depan terlihat direbahkan. Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya, menduga jasad korban disembunyikan di bagian depan kendaraan saat mobil memasuki kawasan parkir bandara.
Hingga kini, penyidik masih terus mengumpulkan alat bukti sekaligus memburu keberadaan E. Polisi memastikan pengejaran tidak akan dihentikan sampai terduga pelaku berhasil ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.