ESTORIA - Gangguan layanan QRIS yang sempat dialami PT Bank Central Asia Tbk (BCA) pada Kamis malam, 13 Mei 2026, menimbulkan keresahan di kalangan nasabah. Sejumlah pengguna mengeluhkan transaksi gagal hingga saldo rekening yang terpotong, termasuk seorang warga Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, bernama Bahri.

 

Bahri mengaku kehilangan saldo lebih dari Rp4 juta setelah mencoba melakukan pembayaran menggunakan QRIS melalui aplikasi MyBCA sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu, transaksi yang dilakukannya berulang kali tidak berhasil diproses.

“Saya mau bayar pakai QRIS, tapi gagal terus. Saya coba sampai lima kali,” ujar Bahri saat dikonfirmasi, Sabtu (16/05/2026).

 

Di tengah upayanya melakukan transaksi, Bahri melihat adanya notifikasi pembaruan aplikasi MyBCA. Karena merasa ada yang tidak beres, ia langsung memperbarui aplikasi melalui Play Store. Namun setelah proses update selesai, layanan QRIS disebut masih belum bisa digunakan.

 

Bahri justru dibuat terkejut ketika memeriksa saldo rekeningnya. Uang yang sebelumnya berjumlah sekitar Rp4 juta lebih, mendadak tersisa sekitar Rp44 ribu.

“Pas saya cek saldo tinggal Rp44 ribu. Padahal sebelumnya ada sekitar Rp4 jutaan,” katanya.

 

Merasa panik, Bahri kemudian mendatangi ATM BCA di wilayah Sumenep untuk memastikan kondisi rekeningnya. Di lokasi itu, ia mengaku mendapati sejumlah nasabah lain yang mengalami persoalan serupa.

 

“Saya ke ATM BCA Sumenep malam itu, ternyata ada beberapa orang yang juga mengeluhkan hal yang sama,” tuturnya.

Menurut Bahri, petugas keamanan yang berjaga saat itu sempat menjelaskan bahwa layanan QRIS BCA memang sedang mengalami gangguan.

“Satpam bilang QRIS BCA sedang error,” ucapnya.

 

Keesokan harinya, Bahri mengaku sempat menerima dana masuk sekitar Rp89 ribu. Namun jumlah tersebut dinilai jauh dari nominal saldo yang sebelumnya terpotong.

 

“Di mutasi rekening memang ada uang masuk sekitar Rp89 ribu, tapi saldo tetap cuma Rp44 ribu,” katanya.

Bahri menyebut dirinya telah berupaya menghubungi layanan Halo BCA maupun customer service MyBCA. Namun hingga kini, persoalan saldo yang hilang disebut belum terselesaikan.

 

“Saya sudah hubungi Halo BCA dan customer service MyBCA, tapi belum ada penyelesaian. Sampai sekarang saldo saya belum kembali,” keluhnya.

Ia juga mengungkapkan pihak keamanan kantor BCA Sumenep meminta dirinya datang kembali pada jam operasional karena penanganan penuh baru bisa dilakukan pada Senin, 18 Mei 2026. 

 

Sementara itu, pihak BCA membenarkan 

sempat terjadi kendala pada layanan transaksi QRIS. EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, memastikan layanan QRIS kini telah kembali normal.

 

“PT Bank Central Asia Tbk memohon maaf atas ketidaknyamanan nasabah terkait kendala dalam transaksi QRIS. Kami memastikan saat ini nasabah dapat kembali bertransaksi menggunakan QRIS melalui layanan BCA,” ujar Hera dalam keterangan resminya, Kamis (14/5/2026).

 

BCA juga menjelaskan bahwa selama gangguan berlangsung, nasabah tetap dapat menggunakan metode pembayaran lain seperti kartu debit, kartu kredit, transfer, maupun transaksi berbasis NFC pada perangkat tertentu.

Terkait saldo nasabah yang sempat terpotong akibat transaksi gagal, BCA memastikan proses pengembalian dana tengah dilakukan.

 

“Kami memastikan seluruh proses pengembalian dana yang sempat terkendala gangguan tersebut sedang berjalan,” jelas Hera.