ESTORIA - Upaya meningkatkan literasi keuangan di kalangan generasi muda terus dilakukan PT BPRS Bhakti Sumekar. Melalui program Jelajah Cerdas Literasi Keuangan, bank milik daerah tersebut kembali menyambangi sekolah untuk memberikan edukasi pengelolaan keuangan kepada para pelajar.

Kali ini, kegiatan berlangsung di SD Cabbiya 1, Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep, Senin (16/06/2026). 

 

Puluhan siswa tampak antusias mengikuti berbagai materi yang dikemas secara interaktif dan mudah dipahami.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa diperkenalkan dengan konsep dasar pengelolaan keuangan, mulai dari pentingnya menabung, mengatur pengeluaran, hingga merencanakan kebutuhan masa depan. Edukasi ini diharapkan dapat membentuk kebiasaan finansial yang sehat sejak usia dini.

 

Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, menegaskan bahwa literasi keuangan merupakan bekal penting bagi anak-anak untuk menghadapi kehidupan di masa mendatang.

 

Edukasi keuangan harus dimulai sejak dini. Melalui program Jelajah Cerdas Literasi Keuangan, kami ingin menanamkan pemahaman bahwa mengelola uang dengan baik merupakan keterampilan hidup yang sangat penting bagi masa depan mereka,” ujarnya.

 

Menurut Hairil, literasi keuangan tidak hanya berkaitan dengan kebiasaan menabung. Lebih dari itu, kemampuan memahami keuangan akan membantu seseorang dalam mengambil keputusan yang tepat serta meminimalkan berbagai risiko finansial.

 

Literasi keuangan bukan hanya tentang menabung, tetapi juga bagaimana seseorang mampu merencanakan masa depan, membuat keputusan keuangan yang tepat, dan terhindar dari berbagai risiko keuangan,” katanya.

 

Ia menambahkan, BPRS Bhakti Sumekar akan terus memperluas jangkauan program edukasi tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas.

 

“Karena itu, kami berkomitmen untuk terus hadir memberikan edukasi yang mudah dipahami dan bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

 

Program ini mendapat respons positif dari para siswa maupun tenaga pendidik. Selain memperoleh pengetahuan baru tentang pengelolaan keuangan, para peserta juga didorong untuk membangun kebiasaan mengatur uang saku serta menumbuhkan budaya menabung sejak dini.