ESTORIA – PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) terus memperkuat penetrasi layanan keuangan syariah dengan mengandalkan strategi jemput bola. Tidak hanya menunggu nasabah datang ke kantor, bank milik daerah itu kini aktif mendatangi langsung masyarakat di berbagai titik aktivitas ekonomi, mulai pasar tradisional hingga sentra usaha warga.

 

Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas literasi dan inklusi keuangan syariah sekaligus mengenalkan berbagai produk perbankan kepada masyarakat yang selama ini belum tersentuh secara optimal oleh layanan keuangan formal.

 

Direktur Utama PT BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, menegaskan bahwa pendekatan langsung kepada masyarakat menjadi salah satu strategi penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap perbankan daerah.

 

Menurutnya, kegiatan sosialisasi yang dilakukan pegawai di lapangan bukan semata-mata promosi produk, melainkan upaya menciptakan hubungan yang lebih dekat antara bank dan masyarakat.

 

“Melalui kegiatan ini, kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat. Kepercayaan menjadi modal utama dalam pengembangan layanan perbankan syariah,” ujar Hairil Fajar, Rabu (17/06/2026).

 

Untuk menjaga semangat dan produktivitas pegawai, manajemen juga memberikan apresiasi kepada karyawan yang aktif melakukan sosialisasi dan mampu mencapai target yang ditetapkan perusahaan.

 

Hairil menyebut, peran pegawai di lapangan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan yang ditawarkan BPRS Bhakti Sumekar.

 

“Kami selalu memberikan penghargaan kepada karyawan yang menunjukkan kinerja baik dalam kegiatan sosialisasi. Semangat mereka menjadi salah satu kunci keberhasilan memperkenalkan produk BPRS kepada masyarakat,” katanya.

 

Program sosialisasi tersebut tidak hanya berlangsung di wilayah daratan Kabupaten Sumenep, tetapi juga menjangkau kawasan kepulauan. Bahkan, seluruh jaringan kantor cabang yang berada di luar Sumenep turut menjalankan program serupa secara berkelanjutan.

 

Saat ini, BPRS Bhakti Sumekar memiliki lima kantor cabang di Kabupaten Pamekasan yang tersebar di sejumlah wilayah strategis, yakni pusat kota Pamekasan, Larangan, Tlanakan, Waru, dan Pasean.

 

Meski terus memperluas jangkauan layanan, perusahaan belum menjadikan penambahan kantor cabang baru sebagai prioritas utama. Fokus manajemen saat ini adalah memperkuat kualitas pelayanan di kantor-kantor yang telah beroperasi agar masyarakat memperoleh layanan yang lebih cepat, mudah, dan optimal.

 

Melalui strategi turun langsung ke tengah masyarakat, BPRS Bhakti Sumekar berharap semakin banyak warga yang mengenal sekaligus memanfaatkan layanan keuangan syariah untuk mendukung berbagai aktivitas ekonomi dan usaha mereka.

 

“Semoga semakin banyak masyarakat yang mengenal dan memanfaatkan layanan keuangan syariah. BPRS Bhakti Sumekar siap menjadi mitra masyarakat dalam bermuamalah,” pungkas Hairil Fajar.