ESTORIA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelontorkan program beasiswa dan bantuan pendidikan dalam skala besar pada tahun 2026. Melalui kolaborasi dengan ribuan sekolah swasta dan puluhan perguruan tinggi swasta, lebih dari 143 ribu pelajar dan mahasiswa disiapkan untuk menerima beasiswa maupun keringanan biaya pendidikan.
Komitmen tersebut ditandai dengan peluncuran Program Beasiswa Pendidikan bagi Siswa dan Mahasiswa Jawa Timur Tahun 2026 yang dilakukan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (19/06/2026).
Program ini menjadi salah satu langkah strategis Pemprov Jatim untuk memastikan akses pendidikan tetap terbuka bagi seluruh masyarakat, terutama mereka yang menghadapi keterbatasan ekonomi. Sebanyak 81.131 kuota beasiswa dan potongan biaya pendidikan disediakan untuk siswa SMA/SMK swasta, sementara 62.000 kuota lainnya dialokasikan bagi calon mahasiswa baru di perguruan tinggi swasta (PTS) di seluruh Jawa Timur.
Khofifah menegaskan, pendidikan tidak boleh menjadi hak yang hanya bisa diakses oleh mereka yang memiliki kemampuan finansial. Menurutnya, setiap anak harus memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik melalui pendidikan yang berkualitas.
“Angka-angka tersebut bukan sekadar statistik. Di balik setiap penerima beasiswa terdapat harapan orang tua, semangat belajar anak-anak kita, serta peluang lahirnya generasi masa depan Jawa Timur yang lebih unggul dan berdaya saing,” ujar Khofifah.
Program ini lahir dari kebutuhan nyata di lapangan. Data Dinas Pendidikan Jawa Timur menunjukkan jumlah lulusan SMP/MTs dan sederajat pada tahun 2026 mencapai 618.479 siswa. Sementara daya tampung SMA dan SMK negeri hanya tersedia untuk 244.621 siswa.
Artinya, sekolah negeri baru mampu menampung sekitar 39,55 persen lulusan. Sebaliknya, sekitar 373.858 siswa atau 60,45 persen lulusan harus melanjutkan pendidikan melalui sekolah swasta maupun jalur pendidikan lainnya.
“Ini adalah tantangan kita bersama. Dengan program ini, kami berharap kesenjangan akses pendidikan dapat semakin diperkecil sehingga lebih banyak anak-anak Jawa Timur dapat melanjutkan pendidikan tanpa terkendala biaya,” katanya.
Dukungan dari lembaga pendidikan swasta pun terus meningkat. Pada jenjang perguruan tinggi, hingga pertengahan Juni 2026 tercatat 84 perguruan tinggi swasta telah berkomitmen menyediakan 62.000 kuota beasiswa dan berbagai bentuk keringanan pembiayaan bagi mahasiswa baru. Sejumlah kampus bahkan menawarkan bantuan biaya hidup bagi penerima program.
Di tingkat SMA dan SMK, partisipasi sekolah swasta juga mengalami lonjakan signifikan. Jika pada tahun ajaran sebelumnya terdapat 1.772 sekolah yang terlibat, maka pada tahun ajaran 2026/2027 jumlahnya meningkat menjadi 2.106 sekolah, terdiri dari 860 SMA swasta dan 1.246 SMK swasta. Kenaikan tersebut mencapai 18,84 persen atau bertambah 334 sekolah.
Dari total bantuan yang disiapkan pada tahun ini, sebanyak 44.421 siswa akan menerima beasiswa penuh. Sementara 36.710 siswa lainnya memperoleh berbagai bentuk keringanan biaya pendidikan, mulai dari pembebasan uang gedung, potongan SPP hingga bantuan pendidikan lainnya.
Jumlah penerima manfaat pun meningkat signifikan. Pada 2025 terdapat 72.841 penerima, sedangkan tahun ini melonjak menjadi 81.131 penerima di jenjang SMA dan SMK swasta.
Khofifah menyebut, program tersebut juga menjadi bagian dari upaya menekan angka anak tidak sekolah sekaligus meningkatkan angka partisipasi pendidikan di Jawa Timur.
“Ini adalah bentuk kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan lembaga pendidikan swasta untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh pendidikan berkualitas. Melalui program ini, kami ingin memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk meraih cita-cita mereka,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Pemprov Jatim juga memberikan penghargaan kepada sekolah-sekolah swasta yang dinilai paling aktif menyediakan beasiswa bagi calon peserta didik. Untuk kategori SMK, penghargaan tertinggi diberikan kepada SMK Krian 2 Sidoarjo, SMKS YPM 8 Sidoarjo, dan SMKS Ibrahimy 1 Sukorejo Situbondo.
Sementara pada kategori SMA, penghargaan diberikan kepada SMAS Nahdlatul Ulama Pakis Malang, SMA Islam NU Pujon Malang, dan SMA Plus Darul Hikmah Jember.
Menutup sambutannya, Khofifah mengajak seluruh elemen pendidikan untuk terus memperkuat sinergi demi memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
“Tidak boleh ada satu pun anak Jawa Timur yang kehilangan kesempatan belajar hanya karena alasan ekonomi. Pendidikan harus menjadi jembatan yang menghubungkan mereka dengan masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.