ESTORIA — Delegasi Iran akhirnya meninggalkan Swiss dan kembali ke Teheran setelah menuntaskan rangkaian pembicaraan intensif dengan perwakilan Amerika Serikat yang berlangsung secara tertutup. Proses diplomasi yang menyita perhatian dunia itu disebut berlangsung selama hampir 18 jam.
 

Kepastian kepulangan delegasi tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, Senin (22/06/2026). Melalui unggahan di kanal Telegram pribadinya, Araghchi mengungkapkan bahwa rombongan Iran yang dipimpin Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf telah bertolak dari Swiss menuju ibu kota Iran setelah menyelesaikan agenda perundingan.
 

Menurut Araghchi, dialog antara kedua negara berlangsung dalam suasana konsultasi yang panjang dan intensif. Pertemuan itu menjadi salah satu upaya terbaru untuk membuka jalan penyelesaian berbagai isu yang selama ini membayangi hubungan Teheran dan Washington.

 

Meski demikian, sikap Iran terkait kelanjutan proses diplomasi masih diwarnai sejumlah syarat politik. Sebelumnya, media Al Mayadeen melaporkan bahwa Teheran belum akan melanjutkan dialog lanjutan dengan Amerika Serikat sebelum Presiden Donald Trump menyampaikan permintaan maaf serta Israel menarik pasukannya dari wilayah selatan Lebanon.

 

Di tengah dinamika tersebut, sinyal positif justru datang dari Kementerian Luar Negeri Iran. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei menyebut perundingan yang berlangsung di Swiss menunjukkan perkembangan yang konstruktif.

 

Baghaei mengatakan tim teknis dari kedua negara masih bekerja untuk menindaklanjuti dan merealisasikan nota kesepahaman (MoU) yang sebelumnya telah dicapai dalam pembahasan tersebut. Menurutnya, proses teknis yang berjalan menjadi indikasi bahwa komunikasi antara kedua pihak masih terus terbuka.

 

Ia menambahkan, rincian lebih lanjut mengenai hasil pembicaraan dan langkah lanjutan dari proses negosiasi akan disampaikan oleh negara fasilitator, yakni Qatar dan Pakistan.

 

Diketahui, perundingan teknis Iran dan Amerika Serikat digelar secara tertutup di kawasan resor pegunungan Burgenstock, Swiss, pada Ahad (21/06/2026). Pertemuan tersebut difasilitasi oleh Pakistan dan Qatar yang berperan sebagai mediator dalam menjembatani komunikasi kedua negara yang selama bertahun-tahun diwarnai ketegangan geopolitik.

 

Meski belum menghasilkan pengumuman besar, pertemuan maraton di Swiss itu dinilai menjadi perkembangan penting dalam upaya menjaga jalur diplomasi tetap terbuka di tengah berbagai konflik dan ketegangan yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah.