ESTORIA - Antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menjadi keluhan masyarakat dalam beberapa hari terakhir. Warga mengaku kesulitan mendapatkan Pertalite karena stok di banyak SPBU dilaporkan kosong, sementara beralih ke Pertamax dinilai terlalu mahal bagi sebagian masyarakat.
Kondisi tersebut memicu antrean kendaraan yang mengular di SPBU yang masih memiliki pasokan BBM, terutama di kawasan Pamolokan. Sejumlah pengendara bahkan rela mengantre dalam waktu cukup lama demi mendapatkan bahan bakar.
Sulaiman (37), warga Sumenep mengaku terpaksa ikut mengantre karena Pertalite di sejumlah SPBU yang biasa ia datangi sudah tidak tersedia.
"Kalau beli Pertamax berat di kantong. Sementara Pertalite di beberapa SPBU kosong. Yang masih ada hanya di Pamolokan, akhirnya semua kendaraan menumpuk di sana," ujarnya kepada jurnalis media ini, Rabu (24/06/2026).
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya. Mereka berharap distribusi BBM segera kembali normal agar aktivitas masyarakat tidak terganggu, terutama bagi pekerja dan pelaku usaha yang bergantung pada kendaraan setiap hari.
Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo meminta masyarakat untuk tetap tenang dan bersabar. Menurutnya, antrean yang terjadi diduga berkaitan dengan keterlambatan distribusi bahan bakar ke sejumlah SPBU.
"Misalnya hari ini ada antrean di beberapa pom bensin, berarti ada beberapa keterlambatan yang berkaitan dengan pengiriman bahan bakar," kata Fauzi saat dimintai tanggapan.
Ia mengimbau masyarakat untuk mengurangi perjalanan yang tidak mendesak selama kondisi distribusi BBM belum sepenuhnya normal.
"Saya rasa kalau tidak penting, menurut saya masyarakat jangan keluar dulu," ujarnya.
Fauzi menilai persoalan distribusi energi yang terjadi saat ini tidak hanya menjadi tantangan di tingkat daerah, tetapi juga dipengaruhi situasi yang lebih luas. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendoakan agar permasalahan tersebut segera teratasi.
"Kita tahu bersama, hari ini situasi bukan hanya di Indonesia. Problem-problem hari ini, siapa pun pemimpinnya pasti mencari solusi agar tidak terjadi sesuatu yang belum pernah terjadi. Mari kita doakan bersama," tuturnya.
Bupati optimistis gangguan distribusi tersebut hanya bersifat sementara. Ia berharap pasokan BBM ke Sumenep dapat kembali lancar dalam satu hingga dua hari ke depan sehingga antrean panjang di SPBU tidak lagi terjadi.
"Mungkin saja sehari dua hari ini ada keterlambatan dalam pengiriman bahan bakar ke SPBU. Mudah-mudahan ke depannya lebih bagus," pungkasnya.
Hingga berita ini ditulis, antrean kendaraan masih terlihat di sejumlah SPBU yang memiliki stok Pertalite. Masyarakat berharap Pertamina segera memastikan kelancaran distribusi agar kebutuhan BBM di Kabupaten Sumenep kembali terpenuhi secara normal.