ESTORIA – Misteri kematian Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan, RJS (50), yang ditemukan tak bernyawa di dalam mobil dinas di area parkir Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, masih menyisakan banyak tanda tanya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan pun akhirnya angkat bicara.
Wakil Bupati Bangkalan Moh Fauzan Ja'far mengaku sangat terpukul atas meninggalnya salah satu pejabat di lingkungan Pemkab tersebut. Menurutnya, pemerintah daerah langsung melakukan penelusuran begitu kabar penemuan jenazah itu diterima.
Fauzan mengatakan pihaknya memerintahkan Dinas PRKP mendatangi lokasi kejadian untuk memastikan identitas kendaraan maupun korban. Hasil pengecekan menunjukkan mobil Toyota Kijang Innova berpelat merah M 1090 GP memang merupakan kendaraan operasional yang digunakan RJS.
"Berdasarkan catatan aset Pemerintah Kabupaten Bangkalan, mobil tersebut memang kendaraan operasional Sekretaris Dinas PRKP. Dari identitasnya juga mengarah kepada RJS, meski secara fisik korban sudah sulit dikenali," ujar Fauzan, Rabu (24/06/2026).
Ia mengungkapkan, hingga kini Pemkab belum mengetahui apakah RJS datang ke Bandara Juanda seorang diri atau bersama orang lain. Selama ini, korban diketahui memang terbiasa mengemudikan kendaraan dinasnya sendiri.
Fakta lain yang diungkap Fauzan adalah RJS ternyata sudah tidak masuk kantor sejak Kamis (18/06/2026). Keberadaannya mulai dipertanyakan ketika pada Senin (22/06/2026) staf mencoba menghubunginya untuk keperluan tanda tangan dokumen, namun ponselnya sudah tidak aktif.
"Staf menghubungi melalui WhatsApp karena membutuhkan tanda tangannya, tetapi hanya centang satu. Artinya, ponselnya sudah tidak aktif," katanya.
Fauzan juga menegaskan, RJS tidak sedang menjalankan tugas dinas ke luar daerah. Baik Pemkab Bangkalan maupun Kepala Dinas PRKP tidak pernah memberikan penugasan perjalanan dinas kepada korban sebelum ditemukan meninggal dunia.
Ia bahkan mengaku masih sempat bertemu dengan RJS pada Rabu malam (17/06/2026) dalam acara pisah sambut Komandan Kodim Bangkalan.
Atas peristiwa tersebut, Pemkab Bangkalan menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban dan berharap penyebab kematian RJS segera terungkap.
"Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Bangkalan menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Sekdis PRKP. Kami juga sangat prihatin dengan kondisi meninggalnya yang masih penuh misteri," tutur Fauzan.
Pemkab Bangkalan menyerahkan sepenuhnya proses pengungkapan kasus kepada aparat kepolisian. Fauzan berharap keluarga bersedia memberikan izin autopsi agar penyebab kematian korban dapat diketahui secara pasti.
"Kami percaya kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini sehingga semua penyebab kematian korban bisa terungkap," tegasnya.
Sebelumnya, RJS ditemukan meninggal dunia di dalam mobil dinas yang terparkir di Terminal 1 Bandara Juanda pada Rabu (24/06/2026). Penemuan bermula setelah petugas mencium aroma menyengat disertai ceceran darah yang keluar dari bawah kendaraan.
Data parkir Bandara Juanda menunjukkan mobil tersebut telah berada di lokasi sejak Sabtu (20/06/2026) dan tidak pernah berpindah hingga akhirnya korban ditemukan empat hari kemudian.
Saat ini, Polresta Sidoarjo bersama tim forensik masih menyelidiki penyebab kematian RJS dengan memeriksa sejumlah saksi serta menelusuri rekaman CCTV di kawasan bandara guna mengungkap kronologi lengkap peristiwa tersebut.