ESTORIA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menegaskan komitmennya membangun daerah dengan arah yang lebih terukur, inklusif, dan berkelanjutan. Perencanaan pembangunan tidak lagi dipandang sekadar mengejar target tahunan, tetapi menjadi strategi untuk menjawab berbagai tantangan masa depan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara merata.

 

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto, mengatakan keberhasilan pembangunan sangat ditentukan oleh kualitas perencanaan. Menurutnya, setiap kebijakan harus disusun berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat, namun tetap sejalan dengan visi pembangunan jangka panjang daerah.

 

"Perencanaan harus menjadi jembatan antara kondisi yang dihadapi saat ini dengan cita-cita pembangunan yang ingin diwujudkan di masa mendatang," ujar Arif, Jumat (03/07/2026).

 

Ia menilai, pembangunan yang hanya mengejar target ambisius tanpa mempertimbangkan kemampuan daerah berpotensi sulit direalisasikan. Sebaliknya, jika hanya berorientasi pada kebutuhan jangka pendek, pembangunan akan kehilangan arah strategis dan sulit memberikan dampak berkelanjutan.

 

Arif menjelaskan, tantangan pembangunan di Kabupaten Sumenep tidak hanya berkutat pada pertumbuhan ekonomi. Pemerintah juga dihadapkan pada tugas besar untuk memastikan hasil pembangunan dapat dirasakan secara adil oleh masyarakat, baik di wilayah daratan maupun kepulauan.

 

Sebagai daerah yang memiliki karakteristik geografis kepulauan, Sumenep memerlukan kebijakan yang mampu menjangkau seluruh wilayah, termasuk daerah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses layanan publik dan infrastruktur.

 

"Pembangunan harus memberikan manfaat yang sama bagi masyarakat, baik yang berada di wilayah daratan maupun kepulauan," tegasnya.

 

Selain pemerataan, Arif menekankan pentingnya menyusun perencanaan yang adaptif terhadap perubahan global. Ketidakpastian ekonomi, dampak perubahan iklim, hingga perkembangan teknologi menjadi faktor yang harus diperhitungkan agar pembangunan daerah tetap berjalan sesuai target.

 

Menurutnya, dokumen perencanaan tidak hanya menjadi pedoman pelaksanaan program pemerintah, tetapi juga berfungsi sebagai instrumen untuk mengantisipasi berbagai risiko yang dapat memengaruhi pencapaian pembangunan.

 

Melalui pendekatan tersebut, Pemkab Sumenep berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas pelayanan publik, dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

 

"Tujuan akhirnya bukan sekadar pertumbuhan ekonomi, tetapi bagaimana pembangunan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan dan merata," pungkas Arif.