ESTORIA – Momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah dimaknai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep sebagai titik awal memperkuat semangat perubahan dalam pembangunan daerah. Bukan sekadar pergantian kalender Hijriah, momen ini diharapkan menjadi penggerak lahirnya budaya inovasi yang mampu menjawab tantangan zaman sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto, menegaskan bahwa semangat hijrah mengandung pesan penting tentang keberanian melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Nilai tersebut, menurutnya, harus diterjemahkan dalam setiap kebijakan dan program pembangunan yang lebih adaptif, kreatif, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
"Budaya inovasi harus menjadi bagian dari cara kerja pemerintah. Perencanaan pembangunan tidak cukup hanya menjalankan rutinitas, tetapi harus mampu melahirkan solusi baru yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," kata Arif, Jumat (03/07/2026)
Ia menjelaskan, dinamika pembangunan daerah terus mengalami perubahan seiring perkembangan sosial, ekonomi, hingga pesatnya kemajuan teknologi. Kondisi tersebut menuntut pemerintah daerah untuk tidak hanya menjalankan pola kerja konvensional, tetapi juga mampu menghadirkan terobosan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Karena itu, Bappeda terus mendorong seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) membangun ekosistem inovasi di lingkungan kerja masing-masing. Upaya tersebut dilakukan melalui penyusunan program berbasis data, penguatan kolaborasi lintas sektor, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Menurut Arif, inovasi tidak selalu identik dengan digitalisasi. Penyederhanaan prosedur pelayanan, penguatan koordinasi antarinstansi, hingga penyusunan program yang lebih tepat sasaran juga merupakan bentuk inovasi yang dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Ia menilai Kabupaten Sumenep memiliki potensi besar yang dapat dikembangkan melalui pendekatan inovatif, mulai dari sektor pertanian, perikanan, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga pemberdayaan desa. Berbagai sektor tersebut membutuhkan terobosan agar mampu meningkatkan nilai tambah sekaligus memperkuat daya saing daerah.
"Setiap perangkat daerah harus berani melakukan pembaruan. Inovasi menjadi salah satu kunci agar pembangunan berjalan lebih efektif, efisien, dan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Lebih lanjut, Arif menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya anggaran yang dimiliki pemerintah. Komitmen untuk terus berinovasi, membangun sinergi, dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam melahirkan kebijakan yang berkualitas.
Oleh sebab itu, Bappeda mengajak seluruh unsur, mulai dari perangkat daerah, kalangan akademisi, pelaku usaha, komunitas, hingga masyarakat, menjadikan momentum 1 Muharram sebagai awal memperkuat budaya inovasi di Kabupaten Sumenep.
"Semangat 1 Muharram mengajarkan pentingnya perubahan menuju kondisi yang lebih baik. Nilai itu harus kita terjemahkan dalam pembangunan melalui inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan memperkuat daya saing daerah," tuturnya.
Melalui semangat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Pemkab Sumenep berharap budaya inovasi semakin mengakar di seluruh sektor.