ESTORIA - Polda Jawa Timur terus mengintensifkan penyelidikan kasus tewasnya Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan, RYS (51), yang ditemukan meninggal dunia di dalam mobil dinas di area parkir Terminal 1 Bandara Internasional Juanda. Polisi kini memburu terduga pelaku yang diduga telah melarikan diri ke luar daerah.
Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim melalui Subdit III Jatanras turun langsung memberikan dukungan penuh kepada Polresta Sidoarjo dalam mengungkap kasus yang diduga merupakan tindak pidana pembunuhan tersebut.
Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur, mengatakan pihaknya telah membentuk beberapa tim khusus untuk melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku di sejumlah wilayah.
"Benar, kami back up penuh kasus itu. Sudah kami bagi anggota menjadi beberapa tim untuk melakukan pengejaran terduga pelaku di sejumlah kota," ujar Jumhur, Senin (06/07/2026).
Ia mengungkapkan, salah satu tim bergerak ke wilayah arah barat. Namun, kepolisian masih merahasiakan lokasi tujuan operasi demi menjaga kepentingan penyidikan yang sedang berlangsung.
"Iya arah barat. Nanti kita akan beritahu lagi kalau hasil ya," katanya.
Langkah cepat Polda Jatim tersebut mendapat apresiasi dari keluarga korban. Kuasa hukum keluarga, Risang Bima Wijaya, menyatakan pihak keluarga berharap pelaku segera ditangkap sehingga kasus kematian RYS dapat segera terungkap secara terang.
Di sisi lain, Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, Kompol Siko Sesaria Putra, memastikan hasil penyelidikan sementara mengarah pada dugaan pembunuhan. Meski demikian, polisi belum bersedia mengungkap lebih jauh perkembangan penyidikan.
"Masih lidik, nanti diinformasikan kalau sudah rilis resmi," ujar Siko.
Kasus ini bermula ketika RYS ditemukan tidak bernyawa di dalam mobil dinas yang terparkir di Terminal 1 Bandara Juanda pada Rabu (24/06/2026). Penemuan tersebut sempat memunculkan tanda tanya sebelum hasil pemeriksaan forensik mengungkap adanya dugaan kuat tindak kekerasan.
Tim dokter forensik Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong menemukan luka robek pada telinga kiri korban yang diduga akibat benturan benda tumpul. Selain itu, terdapat pelebaran pembuluh darah pada kelopak mata, bibir membiru, serta sejumlah perubahan pada organ tubuh yang lazim ditemukan pada korban meninggal akibat mati lemas atau asfiksia.
Pemeriksaan organ dalam juga memperlihatkan perubahan warna pada lidah, epiglotis, saluran pernapasan bagian atas, hingga dinding lambung. Namun, penyebab pasti kematian belum dapat dipastikan karena kondisi organ korban telah mengalami pembusukan lanjut.
Untuk memastikan penyebab kematian secara ilmiah, penyidik masih menunggu hasil uji toksikologi dari Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur. Pemeriksaan dilakukan terhadap sampel ginjal, lambung beserta isinya, serta kuku jari korban yang diharapkan dapat menjadi petunjuk penting dalam mengungkap kasus tersebut.