ESTORIA – Pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep kali ini dikemas dengan nuansa berbeda. Tak hanya menjadi ajang silaturahmi, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi para anggota untuk mengembangkan kreativitas melalui pelatihan membuat bunga dari kawat bulu.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Bappeda Sumenep pada Jumat (03/07/2026) itu diikuti seluruh anggota DWP, mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh waktu, hingga PPPK paruh waktu.
Sejak dimulai, suasana pelatihan berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Para peserta tampak serius merangkai kawat bulu menjadi berbagai bentuk bunga dengan perpaduan warna yang menarik. Setiap hasil karya memiliki ciri khas tersendiri yang mencerminkan kreativitas dan ketelatenan masing-masing anggota.
Tak hanya belajar keterampilan baru, kegiatan tersebut juga diisi dengan aksi sosial. Sejumlah anggota secara sukarela menyisihkan sebagian rezekinya untuk bersedekah sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama sekaligus ungkapan rasa syukur. Momen itu semakin memperkuat rasa kebersamaan dan kekeluargaan di lingkungan organisasi.
Ketua DWP Bappeda Kabupaten Sumenep, Asih Wulandari, S.Sos., mengatakan pertemuan rutin sengaja dibuat lebih variatif agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi seluruh anggota.
“DWP tidak hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi juga ruang untuk belajar, berkarya, berbagi pengalaman, dan saling memotivasi agar para anggota semakin kreatif serta percaya diri,” ungkapnya.
Asih menilai keterampilan membuat bunga dari kawat bulu merupakan salah satu bentuk kerajinan yang mudah dipelajari, memiliki nilai seni, dan berpotensi menjadi produk bernilai ekonomi jika terus dikembangkan.
Ia berharap kegiatan sederhana seperti ini mampu memunculkan berbagai ide kreatif yang dapat memberikan manfaat, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga masyarakat.
“Ke depan, DWP Bappeda Sumenep berkomitmen menghadirkan berbagai program yang berorientasi pada peningkatan kapasitas anggotanya,” katanya penuh harap.
Program tersebut meliputi pelatihan keterampilan, pengembangan diri, hingga kegiatan sosial yang berdampak nyata.
"Dengan semangat kebersamaan yang terus dijaga, kami berharap DWP Bappeda Sumenep semakin solid, produktif, dan mampu memberikan kontribusi positif, baik di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat," pungkasnya.