ESTORIA - Indonesia selangkah lagi akan mencatat sejarah baru di sektor pertahanan. Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) segera memiliki kapal induk pertama setelah menerima hibah kapal Giuseppe Garibaldi dari Pemerintah Italia.

 

Sebagai bagian dari proses pengambilalihan, TNI AL telah mengirim sekitar 100 prajurit ke Italia. Mereka tidak hanya bertugas menjemput kapal tersebut, tetapi juga mengikuti serangkaian pelatihan intensif guna menguasai sistem operasi dan teknologi yang dimiliki kapal perang itu sebelum dibawa berlayar menuju Indonesia.

 

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Marsekal Pertama TNI Tunggul mengungkapkan bahwa seluruh kru telah berada di Italia untuk menjalani pelatihan sebagai persiapan penyeberangan kapal ke Tanah Air.

 

"Saat ini perkembangannya, kru dari Garibaldi sudah berada di Italia untuk melaksanakan serangkaian pelatihan sebelum pelaksanaan penyeberangan," kata Tunggul, Selasa (14/07/2026).

 

Setibanya di Indonesia, Giuseppe Garibaldi akan bersandar di pangkalan TNI AL di Lampung. Saat ini pemerintah masih menyelesaikan pembangunan fasilitas labuh dan sandar agar seluruh infrastruktur siap sebelum kapal tersebut tiba.

 

Kapal induk buatan galangan kapal Italia, Fincantieri, itu memiliki keterkaitan dengan dua kapal perang terbaru TNI AL, yakni KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321, yang juga diproduksi oleh perusahaan yang sama.

 

Dari sisi spesifikasi, Giuseppe Garibaldi memiliki panjang sekitar 180,2 meter dan mampu melaju hingga 30 knot atau sekitar 56 kilometer per jam. Meski telah beroperasi sejak 1983, kapal ini masih dibekali sistem persenjataan dan pertahanan yang mumpuni.

 

Persenjataannya meliputi peluncur rudal antipesawat Mk.29 untuk rudal Sea Sparrow/Selenia Aspide, meriam kembar Oto Melara 40L70 DARDO, hingga tabung torpedo rangkap tiga kaliber 324 mm. Sementara sistem pertahanannya diperkuat rudal antikapal Otomat Mk 2 SSM.

 

Nama kapal ini diambil dari Giuseppe Garibaldi, tokoh militer legendaris Italia abad ke-19 yang dikenal sebagai pahlawan penyatuan Italia di bawah Kerajaan Savoy. Selain dikenal sebagai pejuang, Garibaldi juga pernah berprofesi sebagai kapten kapal dagang sebelum terlibat dalam berbagai gerakan revolusi.

 

Meski usianya telah mencapai sekitar 42 tahun, kapal induk ini dinilai masih memiliki nilai strategis bagi Indonesia. Pemerintah menargetkan Giuseppe Garibaldi tiba sebelum Hari Ulang Tahun TNI pada 5 Oktober 2026.

 

Nantinya, kapal tersebut diproyeksikan tidak hanya mendukung operasi militer, tetapi juga menjalankan Operasi Militer Selain Perang (OMSP), seperti evakuasi korban bencana, pengangkutan logistik, hingga misi kemanusiaan. Dengan daya jelajah yang jauh dan kapasitas angkut besar, Giuseppe Garibaldi diharapkan memperkuat kemampuan TNI AL dalam merespons berbagai situasi darurat di seluruh wilayah Indonesia.