ESTORIA – Perburuan terhadap terduga pelaku pembunuhan ASN asal Bangkalan berinisial RYS (50) masih terus berlangsung. Meski telah membentuk tim gabungan dan menyisir sejumlah daerah di luar Jawa Timur, polisi mengakui sosok yang diburu itu masih berhasil menghindari kejaran aparat.
Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur bersama Satreskrim Polresta Sidoarjo mengerahkan tim khusus untuk memburu pria berinisial E, yang diduga menjadi pelaku pembunuhan perempuan ASN tersebut.
Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur, mengungkapkan pengejaran dilakukan secara intensif hingga ke berbagai wilayah di luar provinsi. Polisi juga telah menelusuri jaringan pertemanan maupun keluarga terduga pelaku.
"Sudah ada sekitar lima wilayah di luar Jawa Timur yang kami telusuri. Pertemanan dan keluarganya juga sudah kami datangi. Pelaku ini memang sangat licin, tetapi insyaallah dalam waktu dekat bisa kami amankan," kata Jumhur di Mapolda Jatim, Rabu (15/07/2026).
Menurutnya, penyelidikan masih dipimpin Polresta Sidoarjo dengan dukungan penuh dari tim Jatanras Polda Jatim. Sejumlah personel hingga kini masih berada di luar kota untuk melacak keberadaan pelaku.
"Kami terus bergabung dengan Polresta Sidoarjo. Beberapa tim masih berada di luar kota melakukan pengejaran," ujarnya.
Dalam keterangannya, Jumhur juga meluruskan spekulasi yang beredar mengenai identitas pelaku. Ia memastikan pria berinisial E bukan aparat penegak hukum ataupun anggota institusi tertentu.
"Dia bukan anggota. Orang biasa, pengangguran. Informasinya juga sering melakukan penipuan dan diduga memiliki banyak korban," tegasnya.
Kasus ini menyita perhatian publik setelah RYS ditemukan meninggal dunia di dalam mobil dinas yang terparkir di area Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, pada Rabu (24/06/2026).
Penemuan jenazah bermula ketika warga mencium bau menyengat dari mobil yang sudah lama terparkir. Saat diperiksa, korban ditemukan telah meninggal dunia di dalam kendaraan tersebut.
Petugas Satreskrim Polresta Sidoarjo bersama Tim Inafis kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sebelum mengevakuasi jenazah ke RS Bhayangkara Porong untuk menjalani visum dan autopsi.
Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi telah mengantongi identitas terduga pelaku berinisial E. Informasi yang dihimpun menyebutkan pria tersebut diduga telah melarikan diri ke luar Jawa Timur.
Hingga kini aparat masih terus melakukan pengejaran dan optimistis pelaku segera ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.