estoria.id – Kepengurusan baru Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Sumenep masa khidmat 2026–2028 resmi memulai estafet kepemimpinan. 

 

Pelantikan yang berlangsung khidmat di Aula Lantai 3 Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura, Minggu (02/08/2026), menjadi titik awal komitmen organisasi pelajar NU untuk memperkuat kaderisasi sekaligus mendorong kemajuan pendidikan di daerah.

 

Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh jajaran Pimpinan Wilayah (PW) IPNU dan IPPNU Jawa Timur. Seluruh pengurus yang dilantik mengucapkan ikrar kepengurusan sebagai bentuk kesiapan mengemban amanah organisasi selama dua tahun ke depan.

 

Mengusung tema "Pelajar Berkarya, Madura Berdaya: Peran IPNU-IPPNU dalam Pembangunan Sosial dan Ekonomi Daerah", kepengurusan baru diharapkan mampu melahirkan kader pelajar yang tidak hanya aktif di organisasi, tetapi juga memiliki daya saing, inovasi, serta kepedulian terhadap persoalan sosial di Kabupaten Sumenep.

 

Tongkat kepemimpinan IPNU Sumenep kini dipegang Moh. Ainul Yakin, sedangkan Putri Ramadani dipercaya memimpin IPPNU Sumenep untuk masa khidmat 2026–2028.

 

Dalam sambutannya, Moh. Ainul Yakin menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan awal dari kerja nyata organisasi dalam membangun kualitas kader.

 

Menurutnya, tema yang diusung harus diwujudkan melalui program-program yang mampu mencetak pelajar berintegritas, berprestasi, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan di tengah masyarakat.

 

"Tema Pelajar Berkarya, Madura Berdaya bukan sekadar slogan. Kami ingin menjadikan IPNU sebagai ruang lahirnya pelajar yang memiliki integritas, berprestasi, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan mampu memberikan solusi bagi persoalan sosial di Kabupaten Sumenep. Kolaborasi akan menjadi kunci gerakan kami selama masa khidmat 2026–2028," ujarnya.

 

Senada dengan itu, Ketua PC IPPNU Sumenep, Putri Ramadani, menegaskan bahwa organisasinya akan memperluas ruang pengembangan kapasitas bagi pelajar putri agar tumbuh menjadi generasi perempuan NU yang cerdas, mandiri, dan berkarakter.

 

Ia berharap IPPNU mampu menjadi wadah belajar, berkarya, dan mengabdi bagi pelajar putri sehingga siap mengambil peran strategis dalam pembangunan sosial maupun ekonomi daerah.

 

Salah satu agenda yang menjadi sorotan dalam resepsi pelantikan adalah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan empat perguruan tinggi di Kabupaten Sumenep. Kerja sama tersebut difokuskan pada penyediaan jalur beasiswa bagi kader IPNU dan IPPNU sebagai upaya memperluas akses pendidikan tinggi.

 

Empat perguruan tinggi yang menjalin kerja sama itu meliputi Universitas Annuqayah (UNA), Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura, Institut Kariman Wirayudha (INKADHA) Sumenep, dan Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum (STAIM) Sumenep.

 

Menurut Ainul Yakin, kerja sama tersebut merupakan salah satu program strategis kepengurusan baru dalam membangun kaderisasi yang berkelanjutan.

 

"Kami ingin memastikan kader IPNU dan IPPNU tidak hanya aktif berorganisasi, tetapi juga memiliki akses yang lebih besar terhadap pendidikan tinggi. Kerja sama dengan empat kampus ini merupakan langkah awal untuk membangun ekosistem kaderisasi yang berkelanjutan melalui jalur beasiswa," tegasnya.

 

Sementara itu, Putri Ramadani berharap program beasiswa tersebut mampu menjadi penyemangat bagi kader, khususnya pelajar putri, untuk terus meningkatkan prestasi akademik.

 

"Kami berharap program beasiswa ini dapat menjadi motivasi bagi kader, khususnya pelajar putri, agar terus berprestasi. Pendidikan adalah investasi terbaik untuk melahirkan generasi NU yang cerdas, mandiri, dan siap mengabdi kepada agama, bangsa, serta daerah," katanya.

 

Resepsi pelantikan juga menghadirkan Dr. K.H. Muhammad Shalahuddin A. Warits, M.Hum. sebagai keynote speaker. Acara turut dihadiri Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, Ketua Tanfidziyah PCNU Sumenep K.H. Md. Widadi Rahim, jajaran PCNU, badan otonom NU, akademisi, tokoh masyarakat, serta berbagai organisasi kepemudaan.

 

Dalam arahannya, Ketua Tanfidziyah PCNU Sumenep, K.H. Md. Widadi Rahim, mengingatkan agar kepengurusan baru menjadikan pelantikan sebagai awal pengabdian, bukan sekadar seremoni.

Ia mendorong IPNU dan IPPNU Sumenep menghadirkan program yang benar-benar menjawab kebutuhan pelajar, memperkuat kaderisasi, serta membangun kolaborasi dengan berbagai pihak demi kemajuan Nahdlatul Ulama, masyarakat, dan Kabupaten Sumenep.

 

"Jangan berhenti pada pelantikan. Jadikan amanah ini sebagai awal kerja-kerja organisasi yang nyata. Hadirkan program yang menyentuh kebutuhan pelajar, perkuat kaderisasi, dan terus jalin kolaborasi dengan berbagai pihak demi kemajuan umat, daerah, dan Nahdlatul Ulama," pesannya.