estoria.id - Nama Komjen Pol Suyudi Ario Seto kini berada di puncak struktur kepolisian. Perwira tinggi Polri yang sebelumnya memimpin Badan Narkotika Nasional (BNN) itu menjadi Kapolri yang diajukan Presiden Prabowo Subianto untuk menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Suyudi kemudian menjalani fit and proper test di Komisi III DPR RI, Kamis (1/10/2026). Dalam rapat pleno tersebut, DPR menyetujui Suyudi sebagai calon Kapolri secara aklamasi.
Namun, sebelum namanya masuk ke bursa pucuk pimpinan Polri, Suyudi telah menempuh perjalanan panjang di institusi Bhayangkara. Kariernya dibangun dari bidang reserse hingga menduduki sejumlah jabatan strategis di tingkat kewilayahan dan nasional.
Lulusan AKABRI 1994
Suyudi Ario Seto lahir pada 1973. Ia memilih jalur kepolisian setelah menempuh pendidikan di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) dan lulus pada 1994.
Pendidikan tersebut menjadi awal perjalanan panjang Suyudi sebagai perwira Polri.
Sejak awal karier, Suyudi banyak berkecimpung di dunia reserse. Pengalaman tersebut membawanya menduduki sejumlah posisi yang berkaitan langsung dengan penanganan perkara kriminal.
Ia pernah dipercaya sebagai Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota dan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat.
Suyudi juga pernah bertugas sebagai Kanit Resmob Bareskrim Polri.
Pengalaman di lapangan inilah yang kemudian menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan kariernya sebelum memasuki jajaran pimpinan kepolisian daerah.
Memimpin Sejumlah Polres di Jabodetabek
Karier Suyudi kemudian bergerak dari fungsi teknis reserse menuju jabatan kepemimpinan kewilayahan.
Ia dipercaya memimpin sejumlah kepolisian resor di wilayah Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta.
Beberapa jabatan yang pernah diembannya antara lain Kapolres Majalengka, Kapolres Bogor, serta Kapolres Metro Jakarta Pusat.
Jabatan tersebut menempatkan Suyudi pada posisi yang berhadapan langsung dengan berbagai persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah perkotaan maupun daerah.
Dari tingkat kabupaten dan kota, karier Suyudi kemudian meningkat ke tingkat kepolisian daerah.
Wakapolda Metro Jaya hingga Kapolda Banten
Pada 2023, Suyudi dipercaya menduduki posisi Wakapolda Metro Jaya.
Jabatan tersebut menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan kariernya karena menempatkannya di jajaran pimpinan kepolisian wilayah ibu kota.
Setahun kemudian, Suyudi kembali mendapat promosi. Ia ditunjuk sebagai Kapolda Banten.
Dari posisi tersebut, karier Suyudi terus bergerak menuju tingkat nasional.
Pada Agustus 2025, ia ditunjuk sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Pengangkatan tersebut sekaligus membuat Suyudi menyandang pangkat komisaris jenderal atau jenderal polisi bintang tiga.
Posisi Kepala BNN membuat Suyudi berada di luar struktur komando kepolisian daerah, tetapi tetap menjadi salah satu perwira tinggi Polri dengan jabatan strategis di tingkat nasional.
Setahun Memimpin BNN, Kini Masuk Bursa Kapolri
Belum genap lama memimpin BNN, Suyudi kembali mendapat penugasan yang jauh lebih tinggi.
Pada 30 September 2026, Presiden Prabowo Subianto mengirimkan surat kepada DPR RI mengenai usulan pemberhentian Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kapolri sekaligus mengajukan Suyudi sebagai calon penggantinya.
Tidak ada nama lain yang diajukan. Suyudi menjadi calon tunggal.
Komisi III DPR kemudian menjalankan fit and proper test pada Kamis (1/10/2026).
Dalam proses tersebut, Suyudi menyampaikan bahwa pergantian Kapolri tidak seharusnya membuat seluruh program kepolisian kembali ke titik awal.
"Saya tidak ingin setiap pergantian Kapolri selalu dimaknai sebagai memulai kembali dari nol," kata Suyudi.
Ia menyatakan ingin melanjutkan program yang sudah berjalan baik sekaligus menyederhanakan berbagai hal yang dinilai tumpang tindih.
Komisi III kemudian menyetujui pencalonan Suyudi sebagai Kapolri secara aklamasi.
Persetujuan DPR tersebut menjadi tahapan penting sebelum Suyudi resmi mengambil alih kepemimpinan Polri.
Harta Kekayaan Rp5,8 Miliar
Selain rekam jejak karier, profil Suyudi juga tercatat dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK.
Berdasarkan laporan periode 2025, Suyudi tercatat memiliki total harta kekayaan sekitar Rp5,8 miliar.
Aset terbesar dalam laporan tersebut berasal dari tanah dan bangunan.
Suyudi tercatat memiliki dua aset tanah dan bangunan dengan total nilai sekitar Rp4,6 miliar.
Dengan perjalanan karier yang dimulai dari fungsi reserse, kemudian memimpin sejumlah Polres, menjadi Wakapolda Metro Jaya, Kapolda Banten hingga Kepala BNN, Suyudi kini berada di ambang posisi tertinggi di institusi kepolisian,.