estoria.id - Ada babak baru dalam perjalanan politik Rocky Gerung. Figur yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai akademisi, filsuf sekaligus pengkritik pemerintah, kini justru masuk ke dalam lingkar resmi kekuasaan.

 

Presiden Prabowo Subianto melantik Rocky Gerung sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, Jumat 2 Oktober 2026.

 

Pelantikan itu menempatkan Rocky pada posisi yang berbeda dari panggung yang selama ini membesarkan namanya. Jika sebelumnya ia menyampaikan kritik dari luar kekuasaan melalui diskusi publik, televisi maupun kanal digital, kini pandangannya memiliki jalur kelembagaan langsung menuju Presiden.

 

Rocky menjadi salah satu tokoh dalam susunan baru Wantimpres. Pratikno dipercaya sebagai Ketua Wantimpres, sedangkan mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menjadi Wakil Ketua.

 

Perubahan posisi ini menarik perhatian karena rekam jejak Rocky selama ini justru identik dengan kritik terhadap pemerintah dan elite politik.

 

Dari Ruang Akademik ke Panggung Kekuasaan

 

Rocky Gerung lahir di Manado, Sulawesi Utara, 20 Januari 1959. Namanya dikenal melalui kajian filsafat, demokrasi, hak asasi manusia hingga politik.

 

Riwayat Universitas Indonesia mencatat Rocky sebagai alumnus S1 Fakultas Sastra tahun 1986. Ia kemudian dikenal luas karena kiprahnya di bidang filsafat.

 

Dalam keterangannya pada 2018, Rocky menyebut dirinya telah menyelesaikan kuliah filsafat di UI, meski tidak mengikuti prosesi wisuda dan tidak mengambil ijazah. Ia juga pernah menegaskan bahwa dirinya bukan profesor atau guru besar.

 

Perjalanan akademiknya tidak berhenti di bangku kuliah. Rocky pernah mengajar sebagai dosen tidak tetap di Universitas Indonesia. Ia menyebut aktivitas mengajarnya berlangsung sekitar 15 tahun.

 

Filsafat politik, filsafat ekonomi, hukum lingkungan, teknologi hingga teori keadilan merupakan sejumlah bidang yang pernah disebutnya dalam aktivitas pengajaran.

 

Dari ruang akademik itulah Rocky membangun identitas intelektualnya sebelum akhirnya menjadi salah satu wajah yang paling mudah dikenali dalam perdebatan politik di ruang publik.

 

Kritik yang Membawa Namanya Besar

 

Popularitas Rocky kemudian berkembang jauh melampaui lingkungan kampus.

 

Ia tampil dalam berbagai diskusi publik, program televisi, seminar dan platform digital. Komentarnya terhadap pemerintah serta elite politik kerap menjadi perhatian.

 

Gaya argumentasinya yang banyak menggunakan perspektif filsafat membuat Rocky memiliki karakter tersendiri dalam perdebatan politik Indonesia. Ia juga aktif menyampaikan pandangan melalui kanal digital, termasuk Rocky Gerung Official.

 

Namun, justru rekam jejak sebagai pengkritik itulah yang membuat pelantikannya sebagai anggota Wantimpres menjadi sorotan.

 

Pada 2019, Rocky pernah menyatakan dirinya akan tetap mengkritik Prabowo apabila Prabowo menjadi presiden. Pernyataan lama tersebut kembali menjadi relevan setelah kini Rocky resmi masuk ke lembaga yang memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden Prabowo.

 

Kini posisinya berubah.

 

Bukan lagi sekadar menyampaikan kritik dari luar lingkar kekuasaan, Rocky mendapat ruang formal untuk memberikan pertimbangan kepada kepala pemerintahan.

 

Kritik di Depan Publik, Pertimbangan di Balik Istana

 

Wantimpres merupakan lembaga yang bertugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden dalam menjalankan pemerintahan.

 

Nasihat tersebut dapat diberikan atas permintaan Presiden maupun atas inisiatif anggota Wantimpres sendiri. Lembaga ini berada di bawah Presiden dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden.

 

Ada satu konsekuensi penting dari posisi tersebut: isi nasihat dan pertimbangan yang diberikan kepada Presiden tidak boleh disebarluaskan kepada pihak lain.

 

Artinya, panggung Rocky kini berubah secara fundamental.

 

Selama ini publik mengenalnya melalui pernyataan-pernyataan terbuka dan kritik yang dapat disaksikan masyarakat. Setelah menjadi anggota Wantimpres, sebagian pandangan yang disampaikannya kepada Presiden justru berada dalam ruang kelembagaan yang tidak terbuka untuk publik.

 

Di titik inilah perjalanan Rocky memasuki fase baru.

 

Dari akademisi, ia tumbuh sebagai intelektual publik. Dari intelektual publik, ia dikenal sebagai pengkritik pemerintah. Kini, figur yang selama bertahun-tahun berdiri di luar lingkar kekuasaan itu resmi berada di dalam struktur penasihat Presiden.

 

Pelantikan 2 Oktober 2026 bukan sekadar perubahan jabatan bagi Rocky Gerung. Ini menandai pergeseran posisi seorang pengkritik dari panggung publik menuju ruang resmi tempat keputusan dan kebijakan pemerintahan dipertimbangkan.