ESTORIA - Jauh sebelum Asia Tenggara dipenuhi negara-negara modern seperti sekarang, kawasan ini pernah berada di bawah pengaruh kerajaan-kerajaan besar dari Nusantara. Dari jalur perdagangan hingga ekspansi kekuasaan, nama-nama seperti Sriwijaya dan Majapahit pernah membuat wilayah Indonesia menjadi pusat peradaban yang disegani dunia.
 

Kekuatan maritim dan politik kerajaan Nusantara kala itu bahkan menjangkau sejumlah wilayah yang kini berdiri sebagai negara merdeka. Tak hanya meninggalkan jejak sejarah, pengaruh tersebut juga membentuk budaya, perdagangan, hingga hubungan antarkawasan di Asia Tenggara.


 

Berikut sejumlah negara yang dalam catatan sejarah pernah berada di bawah pengaruh kerajaan dari Nusantara:
 

1. Singapura, Pelabuhan Strategis yang Diperebutkan

Sebelum menjelma menjadi negara modern dan pusat ekonomi dunia, Singapura dikenal dengan nama Temasek atau Tumasik. Wilayah ini pernah masuk dalam pengaruh Kerajaan Sriwijaya hingga akhir abad ke-13 dan kemudian berada di bawah kekuasaan Majapahit pada abad ke-14.

 

Posisinya yang strategis membuat Temasek menjadi rebutan berbagai kekuatan besar di kawasan, termasuk Ayutthaya dari Thailand dan Kesultanan Malaka. Sejak masa lampau, wilayah ini dikenal sebagai pusat perdagangan penting yang menghubungkan jalur laut Asia Tenggara.
 

2. Malaysia Pernah Jadi Bagian Jalur Kekuasaan Sriwijaya

Kerajaan Sriwijaya dikenal sebagai salah satu kerajaan maritim terbesar dalam sejarah Nusantara. Pengaruhnya meluas hingga wilayah Semenanjung Malaya yang kini menjadi Malaysia.
 

Di masa kejayaannya, Sriwijaya mengendalikan jalur perdagangan laut dan menjadi pusat penyebaran agama Buddha di kawasan. Luasnya wilayah kekuasaan membuat Sriwijaya memiliki pengaruh besar terhadap aktivitas ekonomi dan budaya di Asia Tenggara.
 

3. Filipina Masuk Jejak Ekspansi Majapahit

Pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk dan Patih Gajah Mada, Majapahit berkembang menjadi kerajaan besar dengan wilayah pengaruh yang sangat luas.
 

Catatan sejarah menyebut sebagian wilayah Filipina pernah masuk dalam jaringan kekuasaan dan pengaruh Majapahit. Ambisi menyatukan Nusantara melalui Sumpah Palapa menjadikan Majapahit sebagai salah satu kekuatan paling dominan di kawasan pada abad ke-14.
 

4. Kamboja dan Jalur Dagang Sriwijaya

Kamboja juga disebut pernah berada dalam pengaruh Sriwijaya. Catatan mengenai hubungan tersebut muncul dari perjalanan pendeta Tiongkok, I-Tsing, yang sempat singgah di Sriwijaya saat melakukan perjalanan ke India.
 

Dengan kekuatan maritimnya, Sriwijaya menguasai perdagangan berbagai komoditas berharga seperti cendana, cengkih, pala, kapur barus, hingga kayu gaharu. Dominasi perdagangan inilah yang memperkuat pengaruh Sriwijaya di Asia Tenggara.
 

5. Timor Leste, Bagian dari Indonesia Sebelum Merdeka

Berbeda dengan negara lain yang terkait lewat sejarah kerajaan, Timor Leste pernah menjadi bagian resmi dari Indonesia pada era modern.
 

Setelah invasi Indonesia ke Timor Timur pada 1975, wilayah bekas jajahan Portugis itu kemudian ditetapkan sebagai provinsi ke-27 Indonesia. Namun melalui referendum tahun 1999 di era Presiden BJ Habibie, mayoritas warga memilih merdeka dan akhirnya berdiri sebagai negara Timor Leste.
 

6. Brunei Darussalam dalam Catatan Sriwijaya dan Majapahit

Brunei juga memiliki jejak sejarah dengan kerajaan Nusantara. Dalam sejumlah catatan, wilayah di Teluk Brunei disebut pernah menjadi bagian dari pengaruh Sriwijaya.
 

Sementara dalam kitab Negarakertagama yang ditulis pada masa Majapahit, nama Brunei disebut sebagai “Buruneng”. Wilayah itu dikaitkan dengan ekspansi Majapahit ketika Gajah Mada menjalankan ambisi Sumpah Palapa untuk memperluas pengaruh kerajaan di Nusantara.
 

Sejarah panjang ini menunjukkan bahwa Nusantara pernah menjadi pusat kekuatan besar di Asia Tenggara. Meski kini berdiri sebagai negara merdeka, hubungan sejarah tersebut menjadi bukti betapa kuatnya pengaruh kerajaan-kerajaan Indonesia pada masa lalu.