ESTORIA – Sosok penjual cilok keliling asal Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial. Bukan karena dagangannya, melainkan karena kehidupan pribadinya yang tak biasa.

 

Pemuda bernama Danil Abdul Azis (23) itu viral setelah diketahui tetap berjualan cilok menggunakan sepeda motor meski tinggal di rumah mewah milik keluarga mertuanya. Tak sedikit warganet yang kemudian menjulukinya sebagai "CEO menyamar" karena memilih bekerja keras di tengah kondisi ekonomi keluarganya yang dinilai berkecukupan.

 

Danil merupakan warga Desa Patemon, Kecamatan Tlogosari, Bondowoso. Setiap hari ia berkeliling menjajakan cilok dengan gerobak yang dipasang di atas sepeda motornya. Bersama sang istri, Fera Faunia (21), dan anak mereka yang masih berusia satu tahun, Danil menjalani kehidupan sederhana meski tinggal di hunian megah milik mertuanya.

 

Di balik penampilannya yang sederhana, Danil memiliki prinsip hidup yang kuat. Ia mengaku ingin mandiri dan tidak bergantung pada kekayaan keluarga.

"Sudah berjalan setahun jualan cilok. Saya ingin mandiri, siapa tahu nanti bisa menambah gerobak cilok dan membuka lapangan kerja," ujar Danil, Sabtu (04/07/2026).

 

Usaha cilok yang dirintisnya ternyata mampu memberikan penghasilan yang cukup menjanjikan. Dalam sehari, omzet penjualannya bisa mencapai sekitar Rp500 ribu.

 

"Prinsip saya, hidup saya 100 persen tanggung jawab saya. Saya sehari omzet bisa Rp500.000. Alhamdulillah lebih dari cukup," katanya.

 

Menurut Danil, hasil tersebut bukan hanya mampu memenuhi kebutuhan keluarganya, tetapi juga menjadi modal untuk mengembangkan usaha di masa depan. Ia bercita-cita menambah gerobak cilok sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain.

 

Perjalanan usahanya pun tidak selalu mulus. Danil mengaku sempat mendapat penolakan dari orang tua maupun mertuanya yang merasa dirinya tidak perlu berjualan karena kondisi ekonomi keluarga sudah mapan.

 

"Sempat ada penolakan dari orang tua. Karena orang tua saya mampu mempekerjakan orang, masa anak sendiri tidak bisa. Istri saya lalu cerita kepada mertua dan akhirnya diperbolehkan," ungkapnya.

 

Seiring berjalannya waktu, dukungan keluarga mulai berdatangan setelah melihat usaha Danil berkembang dan dagangannya semakin diminati pelanggan.

 

Kisah Danil mulai viral usai video dirinya berjualan cilok di sekitar sebuah SPBU dekat rumahnya tersebar luas di berbagai platform media sosial. Banyak warganet mengaku salut dengan etos kerja dan sikap mandiri yang ditunjukkannya.

 

Di tengah kemudahan yang dimiliki, Danil memilih membangun usaha dari bawah dengan keringat sendiri. Baginya, bekerja keras dan mandiri jauh lebih berharga daripada sekadar menikmati kenyamanan dari harta keluarga.