Sebelum pelantikan, Bahlil bahkan telah mengungkap bahwa dirinya akan mendapat tugas ganda.

 

Ia mengaku menerima telepon dari Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya terkait penugasan tersebut.

 

"Memang saya dapat telepon dari Pak Seskab, untuk Menko merangkap Menteri ESDM. Kita jalankan semua tugas dari Bapak Presiden," ujar Bahlil saat tiba di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (1/10/2026).

 

Penugasan itu membuat Bahlil tidak sekadar naik ke posisi koordinatif. Ia tetap mempertahankan jabatan teknis yang sebelumnya diembannya.

 

Bahlil pertama kali masuk ke kursi Menteri ESDM pada 19 Agustus 2024. Saat itu, Presiden Joko Widodo menunjuknya menggantikan Arifin Tasrif untuk menyelesaikan masa jabatan Kabinet Indonesia Maju.