Riska berharap kondisi tersebut mendapat perhatian karena menurutnya justru anak-anak di wilayah pelosok yang membutuhkan kehadiran program MBG.
"Kami justru butuh MBG hadir di pelosok, anak-anak kami menantikannya," tulisnya.
Baca Juga:SPPG MBG Jadi ASN, Bikin Gemes
Makanan Dibuat dari Bantuan Donatur
Riska menyadari makanan yang dibuat secara mandiri belum dapat memenuhi standar gizi seperti program MBG. Ia mengaku tidak memiliki perhitungan kandungan gizi sebagaimana pelaksanaan program resmi.
Baca Juga:Nisfu Syaban dan Kesempatan Kedua
Meski begitu, makanan tersebut tetap diupayakan agar para siswa bisa mendapatkan asupan selama berada di sekolah.