Ia juga menyinggung realitas bisnis media yang tidak bisa dilepaskan dari kebutuhan membangun jaringan dan keberlanjutan perusahaan.

 

Menurut Ibnu, media memiliki dua sisi yang harus dijaga keseimbangannya, yakni idealisme jurnalistik dan realitas bisnis.

 

“Media itu mempunyai idealisme dan realisme,” katanya.

 

Ibnu sendiri memiliki perjalanan panjang di dunia media. Setelah menyelesaikan pendidikan di Jurusan Ushuluddin, IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, ia kembali ke Sumenep dan memulai kiprah sebagai kontributor media cetak Republika.

 

Perjalanan tersebut kemudian berlanjut ke dunia radio. Ia mengaku pernah menjalani berbagai profesi di industri media, mulai dari reporter hingga penyiar.