Dalam postur tersebut, pemerintah menargetkan pendapatan negara sebesar Rp3.435,1 triliun. Sementara kebutuhan pembiayaan ditetapkan sebesar Rp671,2 triliun.

 

Pemerintah menyebut pengelolaan pembiayaan akan dilakukan dengan pendekatan inovatif untuk mendukung berbagai agenda pembangunan tanpa mengabaikan keberlanjutan fiskal.

 

Delapan Prioritas Jadi Sasaran Utama

 

APBN 2027 diarahkan ke delapan klaster Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN).

 

Kedelapan bidang tersebut meliputi kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi, infrastruktur, ekonomi kerakyatan, serta penurunan kemiskinan.