"Mengenai imigrasi ilegal, kami tidak akan mundur sedikit pun. Kami akan terus mempertahankan perbatasan, menghentikan penyelundup manusia, dan memastikan repatriasi berjalan efektif," tegasnya.
Respons serupa datang dari Prancis. Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez mengumumkan pengetatan pemeriksaan di perbatasan Prancis-Spanyol sebagai langkah antisipasi terhadap dampak krisis tersebut.
Sementara itu, Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen menegaskan bahwa setiap orang yang ingin memasuki wilayah Uni Eropa wajib mematuhi aturan yang berlaku.
"Kami tidak akan membiarkan siapa pun datang ke Uni kami tanpa mematuhi aturan," tulis von der Leyen melalui platform X.
Sebagai informasi, Ceuta merupakan wilayah Spanyol yang berada di pesisir Afrika Utara dan berbatasan langsung dengan Maroko. Meski terpisah dari daratan utama Spanyol, Ceuta tetap menjadi bagian dari Uni Eropa sehingga menerapkan sistem hukum Eropa, mata uang euro, serta berbagai regulasi yang berlaku di kawasan tersebut. Situasi ini menjadikan Ceuta sebagai salah satu pintu masuk utama bagi migran yang ingin mencapai Eropa.